Friday, November 01, 2013

Tawa dan murid

Bekasi,

Belakangan ini sering memikirkan hal-hal berupa kesenangan duniawi. Merasa bahwa uang penting. Tapi seringkali pula diingatkan oleh kejadian-kejadian di sekitar, terutama murid-murid, bahwa kebahagiaan tidak selalu berupa uang. Seperti yang terjadi hari ini. Aku bisa tertawa lepas melihat tingkah laku murid-muridku. Senang sekali rasanya bisa membuat mereka tertawa, membuat mereka setidaknya tidak menganggap matematika menyebalkan. Walau masih ada juga yang belum begitu suka matematika. Semoga aku terus berguna bagi orang lain.

Wednesday, May 08, 2013

Maroon 5 dan Belajar

Bekasi.

Pulang dari tempat mengajar, aku naik angkot pulang. Di angkot, supir memasang lagu-lagu membuat perjalanan tidak membosankan. Salah satu lagu yang dia pasang adalah lagu dari Maroon 5 yang berjudul I Won't Forget You. Mendengar lagu ini aku teringat tahun pertama aku mengajar di semester 2. Ssaat itu, aku memasang lagu di laptop untuk menemani anak-anak mengerjakan soal-soal matematika. Aku pun pergi ke WC sebentar, dan ketika aku kembali, aku menangkap basah seorang anak sedang mengganti lagu yang sedang dimainkan dengan lagu Maroon 5 tersebut. Aku tidak marah malah tertawa dan anak-anak lain pun tertawa.

Beberapa jam sebelum aku pulang, ada anak kelas 6 SD berkata seperti ini kepadaku: "Bu, besok-besok jangan hanya mengajar matematika ya tapi IPA dan Bahasa Indonesia juga." Anak ini berkata setelah ia selesai belajar untuk menghadapi UN hari terakhir. Aku tidak mengerti betul apa maksud dari perkataannya. Tapi aku tersadar bahwa aku harus belajar, memperdalam ilmu matematika dan juga tahu tentang ilmu lainnya. 

Guru mengajar dan belajar. Hayuk!!! :)

Saturday, April 20, 2013

Tawaran

Bekasi.

Pagi ini aku menerima telepon dari ibu temanku. Aku mengenal beliau karena dia pernah menawarkan suatu produk dan aku membelinya. Kali ini beliau menelepon untuk menawarkan suatu pekerjaan, yang dia sebut sebagai bisnis. Bisnis di bidang asuransi. Beliau bilang bisnis ini tanpa modal dan tidak akan ada kerugian. Kita bisa berbisnis hanya untuk menambah penghasilan atau bisa juga menjadi jenjang karir.

Ketika keadaan keuanganku tidak begitu bagus, tawaran ini aku pertimbangkan. Selagi aku pertimbangkan, masih di telepon, beliau bilang kalau aku benar-benar menggeluti bisnis ini, niat, semangat dan mau berubah, maka aku akan mendapat penghasilan yang bagus bahkan bisa meninggalkan pekerjaan mengajarku. Sesaat aku terdiam. Meninggalkan mengajar? Bagaimana bisa aku meninggalkannya? Walau kadang aku bertanya-tanya benarkah jalurku di bidang pendidikan? 

Pendidik yang baik sebenarnya tidak akan mempertanyakan hal itu. Seharusnya sudah menetapkan hati dan benar-benar menekuninya dengan baik, tidak setengah-setengah seperti yang masih aku alami. Tapi meskipun masih ada rasa ragu-ragu tentang mengajar ini, mendengarkan kata meninggalkan mengajar membuatku 90% tidak jadi mempertimbangkan tawaran itu.

Semoga aku tidak ragu-ragu lagi menjadi pendidik, benar-benar sepenuh hati.

Tuesday, April 16, 2013

Berjuang

Bekasi.

Siapa pun harus berjuang di dunia ini, apa pun bentuk perjuangannya dan bagaimana pun caranya. Kadang kita berpikir bahwa masalah kita atau perjuangan kita yang paling berat. Tapi orang lain juga mempunyai masalah dan perjuangan mereka masing-masing.

Monday, February 04, 2013

Tawa dan Tegang

Bekasi.

Hari Jumat, 1 Februari 2013 ada dua kejadian di kelas yang aku ajar. Satu kejadian membuat tertawa terpingkal-pingkal, kejadian lainnya membuat jantung berdebar, takut terjadi sesuatu buruk. Kedua kejadian itu terjadi di kelas yang sama dan dengan jeda waktu yang tidak jauh.

Kejadian pertama, salah seorang murid, sebut saja Jo, memeragakan hal yang benar-benar lucu. Di sekolahku ini ada salah seorang murid perempuan, sebut saja Ata, yang tergabung dalam salah satu girlband. Dia bersama teman-teman dalam girlband tersebut membintangi iklan dan ngedance. Secara tidak sengaja, Ata dan temannya lewat koridor dekat kelas Jo, kelas yang sedang aku ajar. Jo dan teman-temannya memanggil Ata tapi hanya untuk menggoda saja. Lalu, teman-teman Jo menantang Jo untuk memeragakan gerakan girlband Ata. Ternyata Jo menerima. Jadilah Jo menunggu Ata dan temannya di depan pintu kelas. Aku senyum-senyum sambil duduk di belakang. Salah seorang yang lain bilang kepadaku: "Bu, maaf ya Bu.." Kemudian tibalah saat itu. Ata dan temannya lewat lagi di koridor, langsung saja Jo menari menirukan gerakan iklan di depan Ata. Semua anak kelas ini tertawa, tak terkecuali aku. Gerakan Jo benar-benar mirip dan lucu banget. Bahkan teman Ata tidak bisa menahan tawa. Jadi, sekarang kalau melihat iklan tersebut, aku selalu ingat Jo dan kelakuannya. 

Kejadian kedua, tiba-tiba dua anak laki-laki berdiri dan ingin berantem. Dari raut muka mereka, aku tahu benar mereka tidak bercanda. Aku langsung melangkah ke arah mereka dan berusaha memisahkan. Untungnya ada anak laki-laki lain yang berbadan lebih besar membantuku memisahkan mereka. Setelah agak reda, mereka mau berantem lagi. Aku dan anak-anak laki lain langsung memisahkan. Melihat reaksi anak-anak lain, aku merasa ini bukan kejadian yang pertama seperti itu di kelas ini. 

Pengalaman yang membuat emosi naik turun. Semoga aku mendapat hikmahnya.




Sunday, January 20, 2013

Galau

Bekasi.

Kata galau menjadi akrab di telingaku sejak tahun lalu Entah dari mana kata ini berasal atau siapa yang mempopulerkan, aku juga tidak tahu. Sebisa mungkin aku tidak ingin terpengaruh, dengan ikut-ikutan tren galau. Tapi aku punya satu cerita tentang kata galau ini.

Beberapa hari lalu, ada anak kelas 6 (anak yang aku ajar) berkata kepada rekan kerjaku, sebut saja nama anak itu Deni. 
Deni (D) : "Bu, saya galau Bu.." (Dia mengucapkan kalimat ini dengan raut wajah gembira dan tawa).
Teman Pengajar (TP) : "Udah galau-galau an aja."
Aku (A) : "Galau kenapa Den?"
D : "Ya galau Bu.." (masih dengan tawa di wajahnya dan bergerak tak tentu arah)
A : "Emang kamu tau galau itu apa?"
D : "Tau Bu.."
A : "Galau itu apa?"
D : "Galau itu diputusin pacar Bu.." (tetap dengan cengirannya, aku dan teman-teman pengajar pun langsung tertawa mendengar definisi anak ini tentang galau)
A : "Memang kamu udah punya pacar?"
D : "Udah Bu.. (masih cengar cengir) Saya butuh penghibur Bu.."
A : (hanya tertawa)
D : (sambil tertawa dan guling-guling) " Saya mimpi orang yang saya sayang Bu.."
A : (tetap tertawa)
TP : "Baru mimpi aja udah galau. Itu sih bukan galau tapi seneng"

Akhirnya percakapan itu terhenti karena anak ini harus pulang tapi tawaku masih belum bisa berhenti. Betapa media benar-benar berpengaruh. Seorang anak ikut-ikutan tren padahal dia belum tau arti galau itu sendiri. Sebuah hiburan bagiku tapi juga renungan.




Tersadar

Bekasi,

Malam ini ada pertandingan besar alias bigmatch Liga Inggris antara Chelsea dan Arsenal. Tapi bukan itu yang akan aku tulis :). 

Sekarang sudah tahun 2013 bulan Januari. Banyak hal terjadi di tahun 2012. Ketika akhir Desember 2012 atau awal Januari 2013, aku banyak mengingat hal-hal sedih yang terjadi padaku dan orang-orang di sekitarku. Sampai akhirnya aku membaca sebuah tulisan di suatu blog. Aku tidak terlalu dekat dengan orang yang menulis blog ini tapi sejauh pengetahuanku, dia sudah pergi ke luar negeri, memasang foto-fotonya di Facebook ketika berlibur di luar negeri, foto2 gembira dengan teman-teman kerjanya atau keluarganya. Dari apa yang aku lihat, aku mengambil kesimpulan dia bahagia dengan hidupnya di tahun 2012, atau setidaknya dia senang dengan pengalaman-pengalamannya tersebut. Tapi apa yang aku lihat tidak sepenuhnya benar.

Dari apa yang aku baca, dia tidak senang dengan hidupnya di tahun 2012. Hal itu membuatku mengingat lagi kejadian-kejadian yang aku alami tahun lalu. Bila aku renungkan dan ingat lebih dalam, ternyata banyak hal yang membahagiakan selain yang menyedihkan. Aku punya teman-teman guru yang menyenangkan. Aku menghabiskan waktu dengan mereka yang ternyata selalu aku kenang dengan senyuman. Berolahraga, memasak, makan bersama, bercerita dan saling menghibur dengan caranya masing-masing. Aku juga punya teman-teman baru yang juga menyenangkan, punya pola pikir yang berbeda dan membuat pikiranku lebih terbuka. 

Selain itu, aku bertemu dengan berbagai siswa yang unik, terkadang membuat kepala pusing tapi tidak jarang membuat tersenyum. :) Aku bisa pulang kampung, mengenal daerah tempat orang tuaku lahir dan dibesarkan Aku bisa membiayai orang tuaku pulang kampung, salah satu hal yang mereka inginkan. Aku bisa mendapat kerja lagi dan masih banyak lagi. Kalau didaftar, ternyata banyak hal baik terjadi di tahun 2012. Hanya saja, dulu aku ingat yang sedih-sedih.

Aku pun tersadar. Seringkali aku iri dengan apa yang orang lain peroleh. Aku hanya melihat dari luar dan mengingkan hal-hal yang mereka dapat, tanpa tahu bahwa hal-hal sederhana yang aku peroleh bisa lebih membahagiakan dari apa yang aku inginkan.