Wednesday, October 28, 2009

Forbidden Fruits (Buah Terlarang)

Lampung..

Kalau kita mendengar kata buah terlarang, terlintas di pikiran, maksud denotasi atau konotasi? Dalam tulisanku kali ini, aku membahas dengan arti denotasi. Hari Selasa lalu, ketika aku sedang menjalankan tugas sebagai Teacher on Duty, aku berkeliling di koridor. Kemudian aku melihat pohon mangga yang berada di tengah-tengah lapangan. Sepertinya belum ada satu tahun umur pohon itu, tapi buahnya sudah banyak sekarang. Bentuknya seperti apel, ada juga yang lonjong, dan macam-macam. Sayangnya kita tidak boleh mengambil buah tersebut, jadi terlarang. Walau kadang aku berpikir, akan dibawa ke mana buah-buah itu. Tapi pemilik perusahaan pasti sudah merencanakannya.

Topik lain, yang berbeda dengan buah-buahan. Hari ini pemilihan presiden SRC, atau bisa dibilang seperti OSIS. Dari ketiga kandidat, akhirnya terpilih seorang murid perempuan sebagai presiden SRC mendatang.

Sekian berita hari ini. Sampai jumpa di lain kesempatan, hahaha..

Sunday, October 25, 2009

kontradiksi

Lampung..

Dalam matematika ada yang disebut dengan pembuktian kontradiksi. Ternyata berlaku juga di kehidupan sehari-hari, lebih tepatnya di kehidupanku. Aku merasa pribadiku di siang hari tidak sama dengan dengan di malam hari. Bukan karena kepribadian ganda, tetapi karena pikiran yang ada di kepalaku. Hal yang salah di siang hari, bisa kuanggap benar di malam hari dan sebaliknya. Seakan aku membenarkan dengan semua hal yang kulakukan walau itu salah. Bagaimana mengubah sifat kontradiksi ini?

Saturday, October 24, 2009

Nice Friday

Lampung..

Makan malam merupakan kegiatan yang penuh makna, apalagi jika makan bersama orang-orang yang dekat dengan kita. Makan malam bersama keluarga, sahabat, atau kekasih adalah kegiatan yang menyenangkan. Kita bisa berbagi cerita dan melupakan sejenak beban pikiran.

Hari Jumat kemarin, aku menghabiskan makan malamku di sekolah, bersama guru-guru dan murid-murid. Kami menyantap mie ayam, dilengkapi dengan bakso, acar dan tentunya kuah. Bukan hanya makanannya yang membuatku bersemangat (karena sudah lapar) tapi juga teman-teman makan malamku. Aku duduk bersama beberapa anak kelas 12. Tapi lebih rinci lagi, aku duduk bersama Jayeng, Jayang, Karma, Gio, dan Meirizal. Tiga orang pertama yang ku sebut membuat suasana makan malam saat itu begitu menyenangkan. Kami saling bercerita dan bercanda, seperti kawan yang lama tak berjumpa. Mulai dari topik sekolah, invention (presentasi Karma), sepak bola, perjodohan Karma dengan Indah, sampai dengan acara menggoda mba Edna. Hanya senyum dan tawa yang keluar dari mulut kami, tak ada yang lain, seakan tak ada masalah yang kami hadapi. Selesai makan malam, kami pun kembali ke tempat kami masing-masing. Malam yang indah..

Tak ada foto yang mengabadikan momen itu, tapi tak akan kulupa kenangan indah bersama mereka.

Tuesday, October 20, 2009

Murid

Lampung..

Makan malam hari ini aku santap di kafe dengan makanan buatan Housekeepers, yang enak. Jam beranjak mendekati jam 7 malam. Murid-murid pun mulai membuat barisan untuk keluar dari kafe. Masih ada sekitar 5 menit lagi menuju pukul 7. Saat itu aku memperhatikan mereka. Aku tersadar, bisa dibilang sedikit melow. Ada sekitar 300 anak di ruangan itu. Jadi, ketika aku bertugas sebagai TOD (Teacher on Duty), aku harus mengawasi 300 anak tersebut. Pikiranku pun melayang lebih jauh. Anak2 ini yang akan menggantikanku dan orang2 yang lebih tua nantinya. Mereka yang akan memimpin negara, melestarikan alam, memajukan teknologi, mengamankan negara, menjaga budaya bangsa, dan tugas2 lainnya. Masa depan negara ada di tangan mereka. Lalu, aku kaitkan dengan tugasku sebagai guru. Aku yang harus menanamkan nilai2 kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan nilai2 luhur lain kepada mereka. Dalam tanganku mereka bisa berkembang atau bisa terpuruk. Aku adalah salah satu pengaruh bagi mereka. Begitu besar peran yang aku emban saat ini.

Sekilas untuk hari ini.

Monday, October 19, 2009

Unik

Lampung..

Setiap orang itu unik. Itulah kalimat yang sering aku dengar, apalagi dikaitkan dengan pekerjaan seorang guru. Guru harus bisa melihat keunikan setiap anak, lebih lanjut lagi, diharapkan bisa mengembangkan keunikan yang dimiliki tiap siswa. Sampai saat ini, aku berusaha melihat keunikan di setiap anak yang kutemui. Tapi kadangkala, mata dan hatiku tertutup sehingga keunikan yang mereka miliki menjadi hal yang tidak baik di mataku. Kemudian, dikaitkan dengan disiplin, ada saatnya ketegasan diperlukan dalam menangani suatu kasus.

Unik..
Tak ada manusia yang benar-benar sama
Bahkan anak kembar sekalipun memiliki perbedaan..


Sunday, October 18, 2009

Satu minggu

Lampung..

Satu minggu ini banyak hal terjadi. Senin sampai Jumat, aku pulang sekolah di atas jam 6 sore. Hal itu dikarenakan ada presentasi anak2 bimbinganku dan juga latihan presentasi. Walau banyak kekurangan yang mereka lakukan, tapi aku bangga pada mereka. Mereka telah mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk presentasi ini. Walau begitu, mereka tidak boleh berpuas diri, dan memperbaiki laporan serta hal lain. Hari Kamis, presentasi dari salah seorang muridku. Di presentasi ini dihadiri beberapa anak soccer, dan juga kembar, yang duduk berdampingan. Baru kali ini aku liat presentasi yang dihadiri beberapa anak soccer bahkan kelas XI juga ada. Baru kali ini pula aku liat kembar duduk berdampingan di presentasi salah seorang anak. Mereka tertawa selama presentasi, menikmati jalannya presentasi. Aku juga menikmati canda tawa di ruangan itu. Ketika makan malam, aku mengobrol dengan muridku itu, dan seorang murid yang lain menghampiri kami, dan kami mengobrol bertiga sebentar. Murid itu juga baru saja menyelesaikan presentasinya hari itu. Ketika itu, aku bisa melupakan sejenak beban dan pikiran2 lelahku. Hanya senyum dan tawa yang terurai dari wajahku. Begitu membahagiakan..

Hari Jumat adalah hari terakhir sekolah di tiap minggu dan hari itu ditutup dengan presentasi dari salah seorang muridku yang lain. Beberapa hari sebelumnya, muridku ini khawatir dengan penguji yang akan datang di presentasinya nanti. Ternyata kekhwatirannya tidak terjadi. Meski ada kesalahan2 dalam penulisan laporan dan slide powerpoint tapi semuanya berjalan lancar. Makan malam di kafe pun kuhabiskan sambil mengobrol dengan anak2 kelas XII Science A. Mereka menertawakan ketika kursiku diambil oleh guru lain, tapi aku juga tertawa. Aku mengobrol dengan mereka tentang bola. Ketika aku smp, aku membicarakan bola hanya dengan teman2ku saja.

Kini, sudah hari minggu, aku berada di kamarku. Ada pekerjaan2 yang mesti kuselesaikan tapi badan ini masih ingin beristirahat. Ban motorku kempes (mungkin juga bocor), belum kuperiksa lebih lanjut. Sore atau esok hari akan ku perbaiki. Selaini itu, ketika membuka kaleng sarden tadi, ada kecelakaan kecil terjadi. Jari manis, jari tengah dan jempolku berdarah karena terkena potongan kaleng. Darah yang mengucur cukup banyak, untungnya aku bisa menghentikannya. Syukurlah sekarang sudah tidak apa-apa.

Esok hari menjelang, bertemu kembali dengan murid2 dan guru2, menyiapkan Literacy Day dan pelajaran.

Tuesday, October 13, 2009

Komentar - Membandingkan

Lampung..

Apakah semua harus dikomentari? Apakah kita mau dibandingkan dengan orang lain? Mengapa kita harus membandingkan orang lain? Bukankah perbandingan itu untuk tumbuhan, hewan atau benda mati?

Terkadang kita berkomentar tanpa kita tahu bahwa itu menyakiti. Memang niat baik, tidak selalu berakhir dengan baik, dilihat dari cara kita menyampaikan niat baik itu. Bukannya aku tidak mau berkomentar, tapi apa yang telah aku alami, membuatku tersadar. Jika kita belum bisa berbuat seperti apa yang dikomentari oleh teman kita, rasa2nya tidak pantas juga kita berkomentar ke orang lain.

Nah, tata bahasa di sini kacau, hehe.. Hari sabtu atau minggu aja diperbaiki, emang otaknya juga lagi berbelok belok.

Saturday, October 10, 2009

Wajah polos

Lampung..

Lihatlah raut muka anak kecil itu,
lucu, polos, dan tanpa dosa
tawa lepas keluar dari mulutnya
pancaran sinar terus keluar dari wajahnya

Tangannya digerakkan
Kakinya bermain dengan lincah
Matanya menatap penuh harapan

Itulah kebahagiaan yang alami

Friday, October 09, 2009

There's a sea

My best friend sent this to me..

There's a sea between us, love
and I wish that it weren't true,
for every day when I awake
I yearn to be with you.
There are many miles between us, love,
though you're always here in my heart,
and every night,
beneath the silver starlight,
I pray for the day we'll never part.

Miles between Us," written by Bobette Bryan, 2001

Tuesday, October 06, 2009

Apakah ini iri?

Lampung..


Kulihat Facebook dan Friendster, dua webiste yang menghubungkan kita dengan teman-teman, saudara bahkan idola kita. Dari kedua website ini, aku mengetahui kabar dari teman-temanku yang sudah lama tak kujumpai. Ada teman-teman yang mencari nafkah di tengah ramainya kota Jakarta, berusaha mengikuti perkembangan ibukota Indonesia ini. Ada teman-teman yang berada di luar pulau Jawa, bekerja sambil menikmati keindahan alam negeri ini. Ada teman-teman yang bekerja di negeri orang, menghidupi diri dan menjelajahi ruas-ruas jalan di sana. Ada teman-teman yang mengenyam pendidikan dengan kurikulum dari luar negeri, mahasiswa master atau doktor.


Sepertinya dalam benakku ada sedikit, hmm, atau banyak rasa iri. Aku ingin menjadi salah satu dari mereka walau aku tahu apa yang kudapat di sini juga sebuah anugerah yang harus kusyukuri. Tapi masih tersirat keinginan untuk pergi ke tempat lain, aku ingin merasakan suasana di tempat lain.

Suatu ketika, ayahku berkata bahwa ia meminta maaf sebab penghasilanku digunakan untuk kepentingan keluarga, padahal aku bisa saja melanjutkan pendidikanku. Saat itu aku ingin menitikkan air mata. Tidak seharusnya ia meminta maaf karena tidak ada kesalahan yang ia buat mengenai kelanjutan studiku.


Setelah kuresapi lebih lama, aku tahu semua itu masih mungkin terjadi. Tapi aku tetap harus bersyukur dan menjalani hari-hariku ini terlebih dahulu sampai saat itu datang.

Monday, October 05, 2009

Hilang

Lampung..

Kini kurasakan ada yang hilang dalam diriku. Kemarin hal itu terlintas di benakku. Apa yang aku cari? Apa tujuan dari semua ini? Ke mana aku harus mencari yang hilang?
Kadangkala, kita terus bekerja tapi tak tahu alasan dari pekerjaan itu. Aku ingin bermain, aku ingin belajar merajut, aku ingin belajar bahasa karo, aku ingin belajar bahasa jepang. Banyak yang ingin ku lakukan. Aku juga masih punya kewajiban. Hingga saat ini, yang kulakukan adalah untuk keluarga.

Saturday, October 03, 2009

Tetap berdoa, berharap, dan bekerja keras

Lampung..

Ketika aku kecil, aku melihat orang berumur 24 tahun. Saat itu dalam pikiranku, orang dengan umur seperti ini, pastilah sudah dewasa, sudah bekerja, dan bisa hidup sendiri. Sekarang aku berumur 24 tahun. Tapi, aku tidak seperti bayanganku ketika masih kecil. Masih banyak hal yang belum kulakukan secara dewasa. Adakah istilah terlambat dewasa?


Ketika aku kecil hingga aku kuliah tingkat 3, aku tinggal bersama keluarga di rumah milik sendiri. Kini aku bersama keluarga tinggal di rumah kontrakan dengan penghasilan dari berdagang. Aku bersyukur karena aku masih bersama kedua orang tuaku dan kedua kakakku.

Ketika aku kecil, kami hidup cukup, tidak ada yang perlu dikuatirkan. Kini, kadang kami harus meminjam uang atau mencicil karena tidak sanggup membayar. Rumah pun sudah dijual.

Banyak hal yang terjadi, tapi itu adalah masa lalu. Ayahku berkata, itu semua masa lalu. Sekarang kita hadapi masa kini, yang sedang kita jalani. Kami sekeluarga harus bekerja sama dan bekerja keras. Waktu yang telah dilalui begitu saja tidak bisa diulang. Tapi kami bisa menyongsong waktu yang akan datang dengan inovasi baru.

Kadang aku berpikir, bahwa masalah yang kuhadapi tidak sebanding dengan masalah orang lain. Orang lain tidak berkeluh kesah dengan masalah mereka, kenapa aku harus menyesali masalah yang terjadi padaku. Mereka bisa bersemangat, mengapa aku tidak bisa? Saat ini, aku merasa jauh dari Tuhan. Perbuatan2ku yang tidak sesuai dengan kehendakNya membuat jarak antara aku denganNya. Aku masih dikendalikan dengan keinginan dagingku, bukan keinginan roh.

Tapi aku masih berharap karena aku tahu Ia masih ada di sampingku. Berharap agar keluargaku baik-baik saja. Berharap agar aku bisa kembali dekat denganNya. Berharap bahwa semua bisa kulalui dengan semua kekuatan dan bantuanNYA.

Friday, October 02, 2009

Rencana Tuhan

Lampung, 2 Oktober 2009, 22:00 WIB

Semua yang kita alami merupakan rencana Tuhan. Itulah salah satu kalimat yang aku dengar dari seorang yang aku kagumi, dan masih ku ingat sampai sekarang. Dia berkata, tidak ada namanya pencobaan atau ujian hidup. Kegagalan yang kita alami adalah rencana dari Tuhan, dan Dia berikan untuk keselamatan kita. Kadang kegagalan diberikan agar kita tidak menjadi sombong dengan apa yang kita miliki, agar kita ingat bahwa semua itu adalah pemberian Tuhan.


Dua hari kemarin, ada gempa yang terjadi di Padang, pukul 17.16 WIB. Gempa dengan kekuatan yang besar. Gempa ini membuat banyak korban jiwa. Keesokan hari terjadi gempa di Jambi. Apakah rencana Tuhan sehingga ini terjadi? Apakah kita telah lupa dengan pemberianNya? Atau kita terlalu bersemangat merusak pemberianNya?

Tapi aku masih yakin, ini adalah rencana Tuhan walau aku masih belum mengerti arti dari kejadian ini. Semoga semua keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.