Wednesday, January 04, 2012

Baik Tapi Tidak Tepat

Lampung,

Sejak kemarin, ada hal baru yang diletakkan di ruang guru, yaitu tiga buah tanaman palem. Ketiga tanaman palem yang cukup besar itu diletakkan di dalam pot, dan disebar di tiga sisi ruangan. Menurutku, maksudnya peletakkan pot-pot tersebut pasti baik adanya. Akan tetapi, jenis tanaman dan posisi pot kurang tepat. Aku memang bukan ahli tanaman dan dekorasi ruangan, hanya saja ketika masuk ruang guru tersebut, terasa aneh dan tanaman itu agak layu. Bagaimana kalau diletakkan dekat dengan sudut ruangan, atau pilih tanaman yang tidak terlalu besar, atau pilih jenis tanaman yang berbeda. Tapi aku tidak tahu kepada siapa saranku ini harus dialamatkan karena aku tidak tahu kebijakan dari siapa peletakkan tanaman tersebut.

Peristiwa tersebut membuat aku sedikit merenung. Manusia pun seperti itu. Ketika seseorang yang baik adanya dan mempunyai kemampuan di bidangnya tetapi diletakkan di posisi yang tidak tepat, kemungkinan besar orang tersebut menjadi tidak berkembang. Bisa jadi ia merasa terpaksa melakukan pekerjaannya, hasilnya kadang tidak maksimal.

Apakah aku sudah berada di tempat yang tepat?

Tuesday, January 03, 2012

2012

Lampung,

Hari ini hari ketiga di tahun 2012. Sebenarnya sudah ingin menulis di awal tahun tapi tidak punya koneksi internet dan beberapa warnet pun tutup. Kemarin teringat suatu masa, 10 tahun yang lalu, kira-kira ketika SMA. Saat itu kehidupan seperti tidak ada masalah besar, semua berjalan lancar. Sekolah lancar, keluarga juga baik-baik saja, ada ayam juga. Berbeda dengan sekarang yang tampaknya lebih menantang. Tapi setelah mengingat itu, aku pun tersadar. Itu kenangan, sekarang saatnya menatap hari ini dan menyongsong hari depan. Semua yang terjadi di masa lalu adalah pengalaman dan dorongan untuk berbuat lebih baik.

Selamat datang 2012, semoga banyak hal baik terjadi di tahun ini.

Saturday, October 15, 2011

Mengajar

Lampung,

Sudah hampir 4 tahun aku menjalani profesi sebagai pengajar. Sudah 4 generasi yang aku kenal. Banyak cerita, peristiwa, dan kenangan yang terukir. Betapa mengajar benar-benar butuh keahlian khusus. Tiap kelas dan individu punya keunikan sendiri. Seperti yang aku alami di minggu ini. Di hari Senin, aku hampir kesal dengan satu kelas, karena mereka tidak memperhatikan teman mereka yang sedang menjelaskan. Tetapi di hari Selasa dan Kamis mereka begitu antusias di kelas. Walau kadang menghadapi kesulitan ketika menghadapi beberapa pertanyaan tapi mereka tidak putus asa. Ketika melihat itu, aku merasa bahagia, karena ternyata mereka bisa dan mau untuk mengerti. Itu menyadarkanku bahwa aku perlu lebih mengenal mereka. Cara yang kugunakan di hari Senin ternyata tidak berhasil, lalu aku mencoba mencari cara lain dan berhasil di hari Selasa dan Kamis. Tapi bukan berarti aku berhenti belajar. Ini memacuku untuk mencari, membuat dan menemukan cara atau metode yang tepat untuk mengajar mereka. Seringkali pelajaran itu kudapat dari murid-muridku.

Fighting!

Saturday, October 08, 2011

Perenungan

Lampung,

September tak ada tulisan di sini, walau sebenarnya banyak cerita. Tadi malam sampe pagi ini hujan terus mengguyur Lampung dan sepertinya di beberapa tempat lain di Indonesia. Hujan kali ini adalah hujan lama pertama setelah sekian bulan berlalu. Bagi petani, tentu saja hal yang menggembirakan tapi mungkin tidak untuk orang-orang lain.

Hujan kali ini mengingatkanku akan beberapa hal di keluarga, sekolah, teman, dan hubungan. Keluarga, ada satu peristiwa terjadi di dalam keluarga dan ketika itu terjadi aku tidak berada di sana. Kadang, setiap ingat peristiwa itu membuatku merasa sedih, terlebih lagi aku tidak tahu dengan rinci kejadian tersebut.

Sekolah. Alam selalu bekerja sesuai dengan aturannya. Ketika ada gedung yang menjulang tinggi, kekuatannya diuji oleh angin yang melaluinya. Semakin tinggi gedung tersebut, semakin rawan ia diterjang angin keras. Apabila pondasinya tidak kuat, bisa jadi angin berkekuatan kecil saja bisa menghancurkannya. Bila pondasinya kuat tapi terletak di tempat yang salah, gedung itu bisa roboh dengan mudah. Seperti itulah yang kurasakan. Seseorang yang berada di tempat yang tinggi, mesti berhati-hati ketika ada angin yang menerjang. Dia harus introspeksi diri, apakah pondasinya KUAT atau benarkah LETAKNYA? Tidak perlu sombong dengan posisi tingginya, karena bisa jatuh suatu saat. Dan ketika ada "angin" datang, lalu menggoyahkan posisinya, itu adalah pertanda ada sesuatu yang tidak tepat terjadi.

Manusia butuh teman dalam hidupnya. Tapi kadangkala kesalahpahaman terjadi di pertemanan tersebut. Butuh jiwa besar untuk mengakui kesalahan dan kembali merajut tali persahabatan lagi.

Hubungan yang lancar-lancar saja tidak akan mendewasakan, tapi hubungan yang selalu diwarnai dengan perselisihan juga bukan hubungan yang baik.

Hal-hal yang ingin kutulis, kadang tidak bermakna, tapi menuliskannya membuat hidupku sedikit lebih sehat.

Friday, August 26, 2011

Kejutan sebelum libur

Lampung,

hari ini hari terakhir sekolah sebelum libur Idul Fitri selama dua minggu ke depan. Guru-guru dan murid-murid bergembira dan menantikan hal ini. Hari ini aku mendapat kejutan dari murid yang pernah aku ajar. Dia sedang berada di Lampung untuk liburan dan magang. Dia datang ke kelas, tempat aku berada di jam istirahat. Kedatangannya saja sudah membuatku terkejut dan bahagia, apalagi maksud kedatangannya. Dia dan saudaranya memberikan hadiah untukku. Pokoknya tidak menyangka tentang kejadian hari ini yang membuatku tersenyum dan hampir tersenyum berkali-kali sampai sekarang, hehe..

Sebenarnya aku sudah bahagia ketika melihatnya dan saudaranya diterima di universitas untuk melanjutkan pendidikan mereka. Melihat mereka bisa berkembang dan berhasil akan membuatku bangga sekali. Bangga bahwa aku pernah menjadi guru mereka.

Semoga mereka selalu diberikan kesehatan dan kemampuan untuk mengikuti pendidikan di bangku kuliah, serta sahabat-sahabat yang selalu ada untuk mereka dalam suka dan duka. Amin

Thanks Boys!

Monday, August 22, 2011

Gagal

Lampung,

Banyak sekali kata-kata bijak tentang kegagalan, dan sekarang aku sedang mengingatnya dan mencoba melakukannya. Gagal sebagai murid? Apakah ketika dia tidak bisa mengikuti pelajaran, kemudian nilainya kecil dan dia dikeluarkan dari sekolah? Atau ketika dia melakukan kejahatan besar? Tetapi menurutku tidak ada gagal sebagai murid, karena jika kita adalah murid, maka kita terus belajar, dan bahkan belajar dari kegagalan itu sendiri.

Bagaimana dengan guru, gagal sebagai guru? Ya, menurutku ada. Aku sadar tugas guru itu tidak semudah yang orang awam bayangkan. Guru tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga teladan sikap, pikiran, dan perbuatan. Dan saat ini aku merasa gagal sebagai guru karena tidak bisa melaksanakan itu semua. Hari ini aku mengetahui bahwa anak-anak yang aku ajar mencuri. Sedih sekali mendengarnya. Ternyata aku belum benar-benar menjadi guru. Di lain pihak, aku mengetahui dari guru-guru lain bahwa anak-anak kelasku banyak yang tidak menghormati gurunya, cuek, dan bersikap individual.

Tapi itu jadi pengingat untukku supaya bangkit dari kegagalan ini dan memperbaikinya, menjadi guru yang benar-benar mengajar dan mendidik. Kegagalan ada bukan untuk menghancurkan melainkan untuk membuat diri kita menjadi lebih baik lagi.

Wednesday, August 17, 2011

Bebas

Merdeka!

Lampung, 17 Agustus 2011

Hari ini ulang tahun kemerdekaan yang ke 66. Aku bersama guru-guru dan para siswa menghadiri upacara yang diadakan di bulan puasa. Hebatnya, walau dalam bulan puasa, umat muslim yang berpuasa tidak terlihat lelah atau capai. Beberapa siswa memang harus beristirahat sejenak tapi banyak dari mereka kuat mengikuti upacara hingga selesai. Satu kondisi yang membuatku terdiam adalah ketika lagu Indonesia Raya baru selesai dan bendera merah putih telah berkibar di puncak tiang. Semua orang terdiam saat itu dan kondisi hening, membuatku bergetar walau aku tak tahu kenapa.

Seringkali aku mendengar kata merdeka dikaitkan dengan kata bebas. Bebas dari penjajahan, bebas dari keterpaksaan, bebas dari penindasan, bebas dari penderitaan, dan lain-lain. Sepertinya memang itu makna merdeka.

Kemarin aku baru mendapat pengetahuan dan renungan tambahan mengenai merdeka. Kita memang orang merdeka sekarang tapi bukan berarti kita bisa menyalahgunakan kemerdekaan yang kita punya. Itu betul sekali. Apakah aku menyalahgunakan kemerdekaan (atau kebebasan) yang aku miliki? Apakah semua masyarakat Indonesia benar-benar sudah merdeka?