Saturday, October 10, 2009

Wajah polos

Lampung..

Lihatlah raut muka anak kecil itu,
lucu, polos, dan tanpa dosa
tawa lepas keluar dari mulutnya
pancaran sinar terus keluar dari wajahnya

Tangannya digerakkan
Kakinya bermain dengan lincah
Matanya menatap penuh harapan

Itulah kebahagiaan yang alami

Friday, October 09, 2009

There's a sea

My best friend sent this to me..

There's a sea between us, love
and I wish that it weren't true,
for every day when I awake
I yearn to be with you.
There are many miles between us, love,
though you're always here in my heart,
and every night,
beneath the silver starlight,
I pray for the day we'll never part.

Miles between Us," written by Bobette Bryan, 2001

Tuesday, October 06, 2009

Apakah ini iri?

Lampung..


Kulihat Facebook dan Friendster, dua webiste yang menghubungkan kita dengan teman-teman, saudara bahkan idola kita. Dari kedua website ini, aku mengetahui kabar dari teman-temanku yang sudah lama tak kujumpai. Ada teman-teman yang mencari nafkah di tengah ramainya kota Jakarta, berusaha mengikuti perkembangan ibukota Indonesia ini. Ada teman-teman yang berada di luar pulau Jawa, bekerja sambil menikmati keindahan alam negeri ini. Ada teman-teman yang bekerja di negeri orang, menghidupi diri dan menjelajahi ruas-ruas jalan di sana. Ada teman-teman yang mengenyam pendidikan dengan kurikulum dari luar negeri, mahasiswa master atau doktor.


Sepertinya dalam benakku ada sedikit, hmm, atau banyak rasa iri. Aku ingin menjadi salah satu dari mereka walau aku tahu apa yang kudapat di sini juga sebuah anugerah yang harus kusyukuri. Tapi masih tersirat keinginan untuk pergi ke tempat lain, aku ingin merasakan suasana di tempat lain.

Suatu ketika, ayahku berkata bahwa ia meminta maaf sebab penghasilanku digunakan untuk kepentingan keluarga, padahal aku bisa saja melanjutkan pendidikanku. Saat itu aku ingin menitikkan air mata. Tidak seharusnya ia meminta maaf karena tidak ada kesalahan yang ia buat mengenai kelanjutan studiku.


Setelah kuresapi lebih lama, aku tahu semua itu masih mungkin terjadi. Tapi aku tetap harus bersyukur dan menjalani hari-hariku ini terlebih dahulu sampai saat itu datang.

Monday, October 05, 2009

Hilang

Lampung..

Kini kurasakan ada yang hilang dalam diriku. Kemarin hal itu terlintas di benakku. Apa yang aku cari? Apa tujuan dari semua ini? Ke mana aku harus mencari yang hilang?
Kadangkala, kita terus bekerja tapi tak tahu alasan dari pekerjaan itu. Aku ingin bermain, aku ingin belajar merajut, aku ingin belajar bahasa karo, aku ingin belajar bahasa jepang. Banyak yang ingin ku lakukan. Aku juga masih punya kewajiban. Hingga saat ini, yang kulakukan adalah untuk keluarga.

Saturday, October 03, 2009

Tetap berdoa, berharap, dan bekerja keras

Lampung..

Ketika aku kecil, aku melihat orang berumur 24 tahun. Saat itu dalam pikiranku, orang dengan umur seperti ini, pastilah sudah dewasa, sudah bekerja, dan bisa hidup sendiri. Sekarang aku berumur 24 tahun. Tapi, aku tidak seperti bayanganku ketika masih kecil. Masih banyak hal yang belum kulakukan secara dewasa. Adakah istilah terlambat dewasa?


Ketika aku kecil hingga aku kuliah tingkat 3, aku tinggal bersama keluarga di rumah milik sendiri. Kini aku bersama keluarga tinggal di rumah kontrakan dengan penghasilan dari berdagang. Aku bersyukur karena aku masih bersama kedua orang tuaku dan kedua kakakku.

Ketika aku kecil, kami hidup cukup, tidak ada yang perlu dikuatirkan. Kini, kadang kami harus meminjam uang atau mencicil karena tidak sanggup membayar. Rumah pun sudah dijual.

Banyak hal yang terjadi, tapi itu adalah masa lalu. Ayahku berkata, itu semua masa lalu. Sekarang kita hadapi masa kini, yang sedang kita jalani. Kami sekeluarga harus bekerja sama dan bekerja keras. Waktu yang telah dilalui begitu saja tidak bisa diulang. Tapi kami bisa menyongsong waktu yang akan datang dengan inovasi baru.

Kadang aku berpikir, bahwa masalah yang kuhadapi tidak sebanding dengan masalah orang lain. Orang lain tidak berkeluh kesah dengan masalah mereka, kenapa aku harus menyesali masalah yang terjadi padaku. Mereka bisa bersemangat, mengapa aku tidak bisa? Saat ini, aku merasa jauh dari Tuhan. Perbuatan2ku yang tidak sesuai dengan kehendakNya membuat jarak antara aku denganNya. Aku masih dikendalikan dengan keinginan dagingku, bukan keinginan roh.

Tapi aku masih berharap karena aku tahu Ia masih ada di sampingku. Berharap agar keluargaku baik-baik saja. Berharap agar aku bisa kembali dekat denganNya. Berharap bahwa semua bisa kulalui dengan semua kekuatan dan bantuanNYA.

Friday, October 02, 2009

Rencana Tuhan

Lampung, 2 Oktober 2009, 22:00 WIB

Semua yang kita alami merupakan rencana Tuhan. Itulah salah satu kalimat yang aku dengar dari seorang yang aku kagumi, dan masih ku ingat sampai sekarang. Dia berkata, tidak ada namanya pencobaan atau ujian hidup. Kegagalan yang kita alami adalah rencana dari Tuhan, dan Dia berikan untuk keselamatan kita. Kadang kegagalan diberikan agar kita tidak menjadi sombong dengan apa yang kita miliki, agar kita ingat bahwa semua itu adalah pemberian Tuhan.


Dua hari kemarin, ada gempa yang terjadi di Padang, pukul 17.16 WIB. Gempa dengan kekuatan yang besar. Gempa ini membuat banyak korban jiwa. Keesokan hari terjadi gempa di Jambi. Apakah rencana Tuhan sehingga ini terjadi? Apakah kita telah lupa dengan pemberianNya? Atau kita terlalu bersemangat merusak pemberianNya?

Tapi aku masih yakin, ini adalah rencana Tuhan walau aku masih belum mengerti arti dari kejadian ini. Semoga semua keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Friday, August 14, 2009

Menjadi seorang kakak

Jumat, 14 Agustus 2009

aku ini seorang anak bungsu, dan kedua orang tua ku tidak akan mempunyai anak lagi selain aku dan kedua abangku. Tapi aku mempunyai beberapa adik. Beberapa di antaranya adik di Bandung, ketika kuliah. Kini, aku mempunya banyak adik, murid-murid yang aku ajar. Mereka menyadarkanku bahwa menjadi seorang guru bukan hanya mengajar tapi juga mendidik. Aku rindu pada mereka. Semoga aku memberikan yang terbaik untuk mereka. Ketika aku merasa sedih, dan ku lihat wajah, tawa, dan senyum mereka, sedih yang kurasakan hilang seketika. Kok bisa ya? Itulah yang menyebabkan aku menganggap mereka sebagai adik-adikku.